Sabtu, 11 Agustus 2012

Pesepak Bola Wanita Lebih Jarang Pura-Pura Cedera Dibanding Pesepak bola Pria

Wanita Lebih Jarang Pura-Pura Cedera Dibanding Pria 
 
 
Bolakop - Pertandingan sepakbola wanita di ajang Olimpiade 2012 telah merampungkan babak perempat final.  Sejauh ini cedera terparah yang terjadi di lapangan adalah yang menimpa pemain Amerika Serikat Abby Wambach. Namun bisa dipastikan bahwa yang dialami Wambach adalah cedera sungguhan. Karena menurut sebuah studi, pemain wanita ternyata lebih jarang berpura-pura cedera dibanding pemain pria.

Menurut sebuah studi dari Wake Forest Baptist Medical Center yang dimuat di jurnal Research in Sports Medicine tahun 2011, kasus cedera di kalangan pesepakbola wanita kini semakin meningkat di level internasional.

Daryl Rosenbaum MD, profesor asisten Family and Community Medicine di Wake Forest Baptist mengatakan bahwa tujuan dari studi ini adalah untuk melihat frekuensi cedera di sepakbola internasional putri dan memperkirakan seberapa otentik cedera tersebut. "Dan hasilnya mengindikasikan bahwa pemain wanita tidak memalsukan cedera mereka sesering pria," ujar Rosenbaum.

Menurut Rosenbaum, tahun 2008 Federasi Sepak Bola Dunia FIFA mengeluarkan himbauan agar "dunia sepakbola kompak merendahkan cedera akal-akalan ini dan berusaha menghilangkannya dari pertandingan."

Hasil studi yang dilakukan Rosenbaum tahun 2010 menunjukkan bahwa cedera pura-pura yang dilakukan pemain pria di level internasional patut ditanggapi serius. Ia berharap penelitian itu bisa membuktikan apakan cedera palsu itu memang sifat alami olahraga sepakbola atau hanya menyangkut kecenderungan tipe pemain tertentu.

Dalam studi terbaru, sebanyak 47 pertandingan sepakbola wanita di level internasional direview untuk mengidenitifikasi adanya aksi cedera palsu. Sebuah cedera dikatakan "sungguhan" jika pemain mundur dari pertandingan setelah lima menit atau terlihat mengeluarkan darah. Kasus cedera selain dua hal tersebut dianggap "patut dipertanyakan." Hasilnya, dari total 270 kasus yang diamati, rata-rata cedera di tiap game adalah 5,74. Dan rata-rata cedera "sungguhan" di tiap game hanya 0,78  dibanding cedera yang "diragukan," yaitu 4,96.

"Memang sulit memastikan seorang pemain benar-benar cedera atau hanya berpura-pura. Namun kami menemukan hanya 13,7 persen dari kasus cedera yang bisa kami sebut 'sungguhan,'" ujar Rosenbaum. "Contohnya di Piala Dunia Wanita 2007 lalu, kami melihat ada enam kasus cedera di tiap pertandingan. Namun tim medis melaporkan hanya terjadi 2,3 cedera. Jadi bisa dikatakan memang ada pemalsuan di pertandingan putri."

Namun dari riset Rosenbaum ini diketahui bahwa wanita lebih jarang melakukan pemalsuan cedera ketimbang pria dengan perbandingan rata-rata 5,74 : 11,26 per game.

Proporsi cedera "sungguhan" pada wanita juga dua kali lebih besar (13,7 persen) dibanding pria (7,2 persen).

Menurut Rosenbaum, cedera yang "diragukan" kemungkinan besar hanya akal-akalan pemain untuk menipu wasit. Namun tim yang banyak melakukan ini tidak terbukti lebih sering menang.

"Kesimpulannya, studi ini menunjukkan bahwa wanita lebih jarang memalsukan cedera dibanding pria," ujar Rosenbaum. "Yang menjadi pertanyaan, apakah cedera palsu dilakukan untuk memperoleh keuntungan taktis? Hanya pemain yang bersangkutan yang tahu."


http://www.dewibola.com/girls/wanita-lebih-jarang-pura-pura-cedera-dibanding-pria-30e007.html

0 komentar:

Posting Komentar